Gameplay Perdana Call of Duty Vanguard di Pamerkan, Ini Penampakannya

Gameplay Perdana Call of Duty Vanguard di Pamerkan, Ini Penampakannya

Di tahap malam awal Gamescom 2021, Activison Blizzard ambil bagian dalam menghasilkan kegemparan metode pabrik game tahunan itu. Mereka mengeluarkan trailer gameplay kesatu dari Call of Duty: Vanguard yang bertempo 9 menit.

Dalam film itu dihidangkan segmen Pertempuran Stalingrad yang jadi susunan dari ajang Perang Bumi II di area Uni Soviet. Di mari pemeran dihidangkan jalur narasi Letnan Polina Petrova di momen saat sebelum serta setelah gerombolan Jerman melanda kota Stalingrad.

Di mari diperlihatkan mutu grafis yang sukses memanjakan mata melalui game sinar serta audio yang menghentak kuping paling utama di bagian dasar bertembakan. Pada gameplay itu diperlihatkan kalau interaksi pergerakan kepribadian terus menjadi ditonjolkan, misalnya di bagian memanjat bilik.

Di bagian yang lain diperlihatkan kelakuan khas dari gameplay Call of Duty dikala Lieutenant Polina Petrova wajib berlari serta meluncur di dalam gedung yang ambruk. Pihak Activision ataupun Sledgehammer Permainan sendiri belum membagikan detil dari fitur ataupun konten favorit di dalam game ini.

Call of Duty: Vanguard tampak menawan sebab memakai dasar game engine yang serupa dengan seri Call of Duty: Modern Warfare( 2019) serta Call of Duty Black Ops: Cold War. Kedua seri itu digarap pula oleh Sledgehammer Permainan.

Walaupun sedemikian itu game ini sedang wajib mengorbankan kepopulerannya dengan kembali ke kerangka Perang Bumi II, di tahun 2017 Sledgehammer Permainan pula telah mengutip tema itu pada seri Call of Duty: WWII. Dikala itu kompetitornya, franchise Battlefield dari Electronic Arts pula melaksanakan perihal yang serupa pada seri Battlefield V di tahun 2018.

Saat ini kedua seri game first individu shooter itu akan kembali bersaing. Call of Duty: Vanguard hendak berdekatan dengan Battlefield 2042 yang mengangkat tema semi- futuristik, tidak lagi mengadopsi tema historis dari Perang Bumi I serta Perang Bumi II.

COMMENTS